Hubungan Tanpa Status.
Jika sobat sedang berada menjalani hubungan tanpa status, ada berbagai aturan penting yang harus sobat
ketahui agar tidak menimbulkan sakit hati. Ini beberapa aturan yang perlu sobat pahami.
1. Mengisi kekosongan.
Tanamkan dalam hati bahwa hubungan sobat hanya sekedar mengisi kekosongan, ungkapkan hal tersebut kepada si dia dan
buatlah komitmen berdua. Dengan begitu,sobat tidak berhak marah ketika si dia menghilang begitu saja.
2. Hindari sentuhan fisik.
Dari awal membina hubungan tanpa status, sebaiknya hindari sentuhan
fisik yang dapat menimbulkan benih-benih cinta maupun nafsu belaka diantara kalian berdua. Jadi sobat pun tidak perlu berat hati atau merasa dirugikan ketika ia akhirnya meninggalkan mu.
3. Tidak cemburu.
Jangan biarkan rasa cemburu menguasai hati dan pikiran,sehingga sobat tidak akan merasa sakit hati ketika si dia dekat
dengan orang lain begitu juga sebaliknya. Jika si dia mulai cemburu sebaiknya ingatkan komitmen awal sobat, bahwa kalian hanya menjalin hubungan tanpa status.
4. Hindari janji palsu.
Jangan memberinya sebuah harapan baru atas hubungan yang kalian jalani. Dalam hubungan tanpa status, sebaiknya hindari
memberi janji palsu. Terlebih jika sobat sadar bahwa tidak mampu untuk mewujudkannya.
5. Jangan terlalu berharap.
Jika sobat berharap dari hubungan yang tidak memiliki kepastian,sudah pasti salah. Maka, sobat tidak perlu berharap lebih pada pasangan mu, karena sobat pasti sudah mengetahui bahwa
belum tentu ia bisa memenuhi semua harapan .
Namun apakah sobat bisa bertahan dalam hubungan seperti ini??
Tentu tidak bukan??
Jadi selalulah konsisten dan besungguh-sungguh dalam membina sebuah hubungan,agar indahnya kebersamaan dapat terasa dalam hidupmu...
Hubungan persahabatan lebih baik ketimbang Hubungan Tanpa Status... Stuju kan sob??
SELERA TINGGI
Selera tinggi yang dimaksud bukan dalam makanan, tapi dalam memilih jodoh. Pinginnya yang sempurna segalanya. Tak ada kekurangan sedikitpun. Agamanya bagus [tentu..!!], cakep, kaya raya, keturunan baik-baik,tinggi badan 170 cm, rambut berombak, cerdas, pinter masak dan jahit, sabar penyayang, keibuan, hafal Al-Qur’an, pinter ceramah..[aduh..banyak sekali !!].Yang demikian tentu susah dapetnya. Nggak tahu harus nyari dimana, di supermarket jelas ndak ada. Akibatnya, setiap kali ada muslimah yang ditawarkan,selalu saja kandas. Belum kelasnya, katanya!
Sebaliknya, yang wanita juga punya kriteria khusus, Saya pingin nikah dengan yang sudah profesor dan cakep banget. Atau Paling tidak pegawai negeri atau yang sudah punya mobil lah… Karena kriteria yang cukup sulit ini, maka banyak para pemuda dan pemudi yang harus telat nikah.
STUDY ORIENTED
Banyak juga yang telat nikah karena study oriented. Belajar dan belajar adalah prioritas utama. Siang, malam, pagi, petang terus belajar. Iapun selalu pingin pindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu daerah kedaerah yang lain. SD di Jogja, SMP di Medan, SMU di Jakarta, S1 di Surabaya, S2 di Jepang, S3 di Amerika, terus pulang ke Indonesia tinggal di Paris van Java. Sampai-sampai lupa kalo’butuh pendamping hidup. Tahu-tahu usia udah kepala lima. Kasus telat nikah krn alasan studi ini juga sering terjadi.
PUNYA APA-APA DULU
Saya belum punya apa-apa untuk berumah tangga, begitu alasan yang diutarakan sebagain orang untuk melegitimasi pengunduran pernikahan. Punya apa-apa,yang dimaksud sering bermakna belum punya rumah sendiri, mobil sendiri, HP, kulkas, komputer, mesin cuci atau bus…[untuk apa yaa?]. Prinsip belum punya apa-apa ini sering dilontarkan. Padahal orang yang nikah ndak mesti harus punya hal-hal diatas terlebih dahulu. Rumah, ngontrak dulu juga ndak apa-apa. Nggak ada mobil juga ndak masalah, bisa naik angkutan, motor atau sepeda [romantis khan ??]. HP,kulkas dan komputer nggak jadi syarat dalam pernikahan. Apalagi bus….
ORANG TUA PINGIN…..
Pesan khusus dari orang tua kadang jadi penghalang untuk melangsungkan pernikahan. Sebenarnya sich udah pingin juga, tapi orang tua saya…, demikian keluhan mereka. Orang tua terkadang ngelarang si anak yang udah ngebet nikah. Alasannya macam-macam, seperti bantu orang tua dulu lah, jangan terlalu muda,rampungkan studimu, lanjutkan dulu karirmu…..Permintaan orang tua yang seperti ini sering membuat para pemuda dan pemudi mikir-mikir lebih panjang tentang pernikahannya. Sebenarnya nggak ada pertentangan antara nikah dengan berbakti sama ortu. Secara umum, orang tua berkeinginan anaknya hidup bahagia. Oleh karena itu, kalo’ si anak mampu meyakinkan ortu ttg kehidupan rumah tangganya, insyaAllah oke-oke saja kok kalo’ mau nikah cepat.
NIKAH ITU SUSAH
Ini alasan klasik yang diungkapkan orang. Nikah itu susah, nggak usah terburu-buru. Belum lagi kalo’ udah punya anak, tambah susah lagi dong… Akhirnya pengunduran jadwal nikahpun jadi pilihan. Ada juga yang nggak pingin susah [karena nikah] kemudian cari jalan pintas. Maunya enak melulu, tanpa mau tanggung jawab. Macem-macem solusinya, bisa pacaran atau dolan kesini, dolan kesitu, keluar kesana, keluar kesini…..
PERNAH GAGAL
Sebagian ikhwan maupun akhwat merasa trauma dengan peristiwa kegagalan yang menimpa. Pernah dilamar ataupun melamar tapi batal ataupun ditolak. Kadang tak cuma sekali tapi berkali-kali. Akibatnya ia jadi putus asa dan takut mengalami hal yang serupa. Malu banget, demikian katanya. Apalagi bila kegagalannya sempat terdengar oleh teman-teman yang lain.
PERSAINGAN KETAT
Bukan berita baru bila jumlah muslimah hari ini membludak. Bahkan perbandingan antara laki-laki dan perempuan bisa lebih dari satu banding dua. Akibatnya banyak muslimah yang tersingkir dan tak dapat jatah pilih kaum pria. Ini bukan menakut-nakuti, tapi sungguhan. Namun percaya dech, Allah itu Maha Adil terhadap hamba-NYA.






