Minggu, 09 Januari 2011

TIPS BAGI REMAJA YG MAU MENIKAH..4 KESIAPAN MENEMPUH JENJANG PERNIKAHAN

Pernikahan menjadi dambaan banyak orang, terutama para ikhwan dan akhwat. Pernikahan menjadi harapan ketika fungsi-fungsi hormonal tubuh sudah matang. Pernikahan menjadi mimpi indah ketika jiwa tidak lagi bisa dipuaskan dengan menjadi anak ideal. Bahkan, pernikahan menjadi jawaban kongkret atas berbagai “tekanan” sosial yang terus menghantui wanita-wanita Timur.

Menikah merupakan suatu perjanjian besar yang merupakan sunah nabi, dan tentu kita tidak akan melakukannya dengan main-main. Karena hal ini, bagi sebagian besar orang merupakan sesuatu yang hanya ingin dilakukannya sekali seumur hidup.

Nah, untuk melangkah ke jenjang rumah tangga itu, mau tidak mau kita harus menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Paling tidak sebelum kita memutuskan untuk mengambil keputusan besar itu (berumah tangga), ada empat (4) hal yang harus dipersiapkan antara lain sebagai berikut:

1.Kesiapan Pemikiran
Kesiapan pemikiran ini mencakup paling tidak mencakup tiga (3) hal:
Kematangan visi keislaman

Orang yang mempunyai kematangan visi keislaman berarti memiliki dasar-dasar pemikiran yang jelas tentang identitas ideologinya. Ketika seorang muslim ingin menikah, ia harus mengetahui dulu bahwa ia adalah muslim. Namun, di atas itu ia juga harus mengetahui mengapa ia menjadi muslim, sehingga ia mampu dihadapkan kepada berbagai pilihan dalam kehidupan nyata.

Masalah pernikahan bukan perkara yang sulit (karena Islam sendiri sudah memudahkan masalah ini) tapi bukan pula merupakan perkara yang sembarangan. Disinilah kematangan visi keislaman sangat dibutuhan.

Karena setelah akad nikah terlewati akan ada status qowam (pemimpin) yang menempel pada diri seorang suami dan status bunda pada diri seorang istri yang di situ memerlukan kematangan visi keislaman. Nantinya akan terlihat peran qowam dalam memimpin bahtera rumah tangga, mau dibawa kemana isteri dan anaknya, dan akan ada peran seorang bunda sebagai ustadzah pertama bagi anak-anaknya.

Siapkah seorang qowam dan seorang bunda akan pengetahuan islam; pengetahuan tentang pernikahan (sebelum dan sesudah akad nikah ditunaikan); pengetahuan tentang tauhid, akhlak, dsb yang nantinya akan diajarkan kepada jundi-jundi kecilnya; pengetahuan tentang hukum islam, etika islam, dan masih banyak lagi.

Akad nikah merupakan launcing berdirinya sebuah madrasah. Akad nikah barlangsung bersamaan dengan pengguntingan pita tanda dibukanya sebuah madrasah baru, bersamaan pula dengan dilantiknya sepasang ustadz dan ustadzah yang diwajibkan untuk siap mendidik jundi-jundi kecil yang nanti akan meramaikan madrasah itu.

Sepasang ustadz dan ustadzah yang bersatu dalam sebuah ikatan suci ini nanti akan mengajarkan banyak hal pada jundi-jundi kecil-nya dan sekaligus akan mengecap pembelajaran-pembelajaran yang akan mendewasakan keduanya. Begitulah waktu bergulir. Akankah menjadi sebuah madrasah favorit yang akan dijadikan cerminan madrasah-madrasah lainnya ataukah akan menjadi madrasah yang buruk bahkan ambruk (na’udzubillah!) tergantung sematang apa visi keislaman yang ia punya.

Kematangan visi kepribadian
Dua hambatan terbesar dalam berhubungan dengan orang lain yaitu bila kita tidak memahami orang lain dengan benar dan bila kita tidak mampu memahami diri kita sendiri dengan benar.

Seseorang yang mempunyai konsep diri yang jelas artinya ia mengetahui kepribadiannya sendiri dengan baik. Orang semacam itu akan mampu memahami keadaan dirinya sendiri sehingga akan melahirkan penerimaan diri yang baik.
Ketika seseorang mampu menerima dirinya dengan baik, setelah menikah pada umumnya ia juga akan mampu menerima pasangannya dengan baik.

Kematangan visi pekerjaan
Point ini lebih khusus ditujukan untuk calon suami. Seorang ikhwan ketika memutuskan untuk menikah maka ia harus mempuyai perencanaan yang matang tentang bagaimana ia nanti akan menghidupi anak dan istrinya. Artinya, ia mempunyai visi yang jelas tentang pekerjaan yang akan dilakoninya kelak.

2.Kesiapan Psikologis

Ketika seseorang berumah tangga, tangung jawab (sebagai seorang qowam atau bunda) akan memberikan beban secara psikologis. Orang yang tidak sanggup menerima beban tidak akan kuat menghadapi beban kehidupan rumah tangga.

Kesiapan psikologis disini adalah kematangan tertentu secara psikis untuk menghadapi berbagai tantangan besar dalam hidup. Orang yang tidak matang secara psikologis akan menyebabkan banyak sekali masalah dalam keluarga ketika memasuki perkawinan.

Contoh, ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersama sahabat di rumah ‘Aisyah, datang sahabat lain membawa nampan berisi makanan. Nampan itu dikirim oleh salah seorang istri Rasul yang lain. Ketika ‘Aisyah mengetahui hal itu, ia langsung menghancurkan isi nampan di depan Rasul dan para sahabat.

Kita dapat membayangkan betapa malunya seorang pemimpin yang terganggu dalam situasi seperti itu. Sambil meneguk secangkir kopi, Rasul mengatakan kalau kita sekarang membutuhkan laki-laki yang bisa menghadapi masalah yang paling pelik dengan cara sederhana. Saat itu rasul berkata, “Ibu kalian sedang cemburu.”

3.Kesiapan fisik

Apakah fisiknya sudah siap untuk menikah. Kita harus meyakini bahwa fisik kita sudah siap untuk menikah. Itulah sebabnya nikah terlalu dini juga tidak terlalu bagus (pada umur 12 tahun misalnya). Dalam kitab “al Hijab”, Maududi menjelaskan tentang hubungan seksual. Ketika alat reproduksi kita belum matang, hal itu bisa mempercepat perapuhan fisik secara umum.

Di Barat, orang yang melakukan hubungan seksual terlalu muda, pada umumnya setelah di atas usia tiga puluhan akan mengalami hambatan-hambatan fisik.

Lain halnya dengan orang yang telat nikah (menikah di atas umur 30 tahun). Menurut ahli kandungan, daya seksual di atas usia 30 tahun sedang menurun. Makanya laki-laki yang telat menikah, ketika berumur 40 tahun merasa masih harus membuktikan kelaki-lakiannya. Hal ini dibenarkan oleh para psikolog dengan menghembuskan isu puber kedua. Ini tidak benar di dalam Islam sehingga penting diketahui dengan baik.

4. Kesiapan Finansial

Yang ada dalam perkawinan bukan hanya cinta. Aspek ekonomi juga sangat terlibat. Namun tidak berarti ketika seorang ikhwan yang ingin menikah ia harus menjadi ikhwan yang berkepribadian; ikhwan dengan rumah pribadi, mobil pribadi, perusahaan pribadi. Bukan itu. Tapi bagaimana seorang ikhwan siap menafkahi anak dan istrinya secara rasional, artinya dapat mencukupi kebutuhan keluarga.

Jangan sampai kita memasuki dunia perkawinan hanya dengan semangat baja, “kalaupun mereka fakir nanti Allah yang akan membuat kaya”. Kita harus tetap ingat bagaimana cara Allah membuat orang kaya. Prosedurnya tetap manusiawi. Walaupun ada yang tidak menusiawi. Allah mengatakan, “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Ia akan memberikan jalan dari arah yang tidak disangka-sangka”. Tapi sebagian besar kerjanya manusiawi. Seperti yang dikatakan Umar bin Khatab bahwa langit tidak akan menurunkan emas.

REMAJA TELAT MENIKAH...MENGAPA?

Kenapa Telat Menikah

SELERA TINGGI
Selera tinggi yang dimaksud bukan dalam makanan, tapi dalam memilih jodoh. Pinginnya yang sempurna segalanya. Tak ada kekurangan sedikitpun. Agamanya bagus [tentu..!!], cakep, kaya raya, keturunan baik-baik,tinggi badan 170 cm, rambut berombak, cerdas, pinter masak dan jahit, sabar penyayang, keibuan, hafal Al-Qur’an, pinter ceramah..[aduh..banyak sekali !!].Yang demikian tentu susah dapetnya. Nggak tahu harus nyari dimana, di supermarket jelas ndak ada. Akibatnya, setiap kali ada muslimah yang ditawarkan,selalu saja kandas. Belum kelasnya, katanya!
Sebaliknya, yang wanita juga punya kriteria khusus, Saya pingin nikah dengan yang sudah profesor dan cakep banget. Atau Paling tidak pegawai negeri atau yang sudah punya mobil lah… Karena kriteria yang cukup sulit ini, maka banyak para pemuda dan pemudi yang harus telat nikah.
STUDY ORIENTED
Banyak juga yang telat nikah karena study oriented. Belajar dan belajar adalah prioritas utama. Siang, malam, pagi, petang terus belajar. Iapun selalu pingin pindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu daerah kedaerah yang lain. SD di Jogja, SMP di Medan, SMU di Jakarta, S1 di Surabaya, S2 di Jepang, S3 di Amerika, terus pulang ke Indonesia tinggal di Paris van Java. Sampai-sampai lupa kalo’butuh pendamping hidup. Tahu-tahu usia udah kepala lima. Kasus telat nikah krn alasan studi ini juga sering terjadi.
PUNYA APA-APA DULU
Saya belum punya apa-apa untuk berumah tangga, begitu alasan yang diutarakan sebagain orang untuk melegitimasi pengunduran pernikahan. Punya apa-apa,yang dimaksud sering bermakna belum punya rumah sendiri, mobil sendiri, HP, kulkas, komputer, mesin cuci atau bus…[untuk apa yaa?]. Prinsip belum punya apa-apa ini sering dilontarkan. Padahal orang yang nikah ndak mesti harus punya hal-hal diatas terlebih dahulu. Rumah, ngontrak dulu juga ndak apa-apa. Nggak ada mobil juga ndak masalah, bisa naik angkutan, motor atau sepeda [romantis khan ??]. HP,kulkas dan komputer nggak jadi syarat dalam pernikahan. Apalagi bus….
ORANG TUA PINGIN…..
Pesan khusus dari orang tua kadang jadi penghalang untuk melangsungkan pernikahan. Sebenarnya sich udah pingin juga, tapi orang tua saya…, demikian keluhan mereka. Orang tua terkadang ngelarang si anak yang udah ngebet nikah. Alasannya macam-macam, seperti bantu orang tua dulu lah, jangan terlalu muda,rampungkan studimu, lanjutkan dulu karirmu…..Permintaan orang tua yang seperti ini sering membuat para pemuda dan pemudi mikir-mikir lebih panjang tentang pernikahannya. Sebenarnya nggak ada pertentangan antara nikah dengan berbakti sama ortu. Secara umum, orang tua berkeinginan anaknya hidup bahagia. Oleh karena itu, kalo’ si anak mampu meyakinkan ortu ttg kehidupan rumah tangganya, insyaAllah oke-oke saja kok kalo’ mau nikah cepat.
NIKAH ITU SUSAH
Ini alasan klasik yang diungkapkan orang. Nikah itu susah, nggak usah terburu-buru. Belum lagi kalo’ udah punya anak, tambah susah lagi dong… Akhirnya pengunduran jadwal nikahpun jadi pilihan. Ada juga yang nggak pingin susah [karena nikah] kemudian cari jalan pintas. Maunya enak melulu, tanpa mau tanggung jawab. Macem-macem solusinya, bisa pacaran atau dolan kesini, dolan kesitu, keluar kesana, keluar kesini…..
PERNAH GAGAL
Sebagian ikhwan maupun akhwat merasa trauma dengan peristiwa kegagalan yang menimpa. Pernah dilamar ataupun melamar tapi batal ataupun ditolak. Kadang tak cuma sekali tapi berkali-kali. Akibatnya ia jadi putus asa dan takut mengalami hal yang serupa. Malu banget, demikian katanya. Apalagi bila kegagalannya sempat terdengar oleh teman-teman yang lain.
PERSAINGAN KETAT
Bukan berita baru bila jumlah muslimah hari ini membludak. Bahkan perbandingan antara laki-laki dan perempuan bisa lebih dari satu banding dua. Akibatnya banyak muslimah yang tersingkir dan tak dapat jatah pilih kaum pria. Ini bukan menakut-nakuti, tapi sungguhan. Namun percaya dech, Allah itu Maha Adil terhadap hamba-NYA.

PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

                                                         
Pengertian Program adalah kumpulan instruksi / perintah yang dirangkaian sehingga membentuk suatu proses.
Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR)   adalah program yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, sikap dan prilaku positif remaja tentang kesehatan hak-hak reproduksi, guna meningkatkan derajat kesehatan reproduksi dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga dalam mendukung upaya peningkatan koalitas generasi mendatang.

P E N D A H U L U A N

Remaja merupakan cikal bakal tumpuan harapan bangsa untuk dapat menunjukan pengabdian dan tanggung jawabnya dalam mengisi kemerdekaan, menciptakan masa depan yang lebih baik, kemajuan masyarakat Indonesia. Selain itu pula remaja dituntut harus berani tampil sebagai pelopor dan pendorong pembentukan karakter masyarakat melalui Cipta, Rasa, Karsa dan Karyanya diseluruh bidang, remaja pula merupakan modal strategis untuk mewujudkan keserasian, keharmonisan, keselarasan dalam rangka memperkuat kesetiakawanan sosial, kebersamaan, kejuangan dan pengabdian di tengah-tengah masyarakat.
Usia remaja 10-19 tahun di Indonesia terdapat sekitar 43 juta jiwa dari 220 juta jiwa penduduk Indonesia berarti sekitar 19,61% penduduk di Indonesia adalah usia remaja. Maka sangatlah rasional ketika para peneliti menyampaikan sekitar 6% menyatakan secara terbuka pernah melakukan hubungan seksual, 8% pria telah menggunakan obat-obatan terlarang dan 3,02% dinyatakan positif terserang HIV/AIDS. Sunggguh angka yang mengerikan bagi generasi remaja, yang notabene merupakan penerus perjuangan bangsa di masa yang akan datang.
Khusus di Jawa Barat Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang salah satu tujuannya bermuara pada Pendewasaaan Usia Perkawinan (PUP), perlu penanganan secara khusus dan komprehensif, mengingat jumlah remaja di Kota Bandung secara proporsional cukup besar yaitu + 29%, belum lagi secara mental sosial remaja merupakan masa labil dan masa transisi dari dunia anak ke dewasa, sangat riskan terhadap pengaruh-pengaruh negatif baik dari lingkungan sekolah maupun dari lingkungan rumah.


L A T A R B E L A K A N G

Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, sikap dan prilaku positif remaja tentang kesehatan hak-hak reproduksi, guna meningkatkan derajat kesehatan reproduksi dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga dalam mendukung upaya peningkatan koalitas generasi mendatang.
Selain itu KRR difokuskan pada 4 (empat) sasaran utama yaitu :
1) peningkatakan Komitmen terhadap Program KRR,
2) Intensifikasi Komunikasi perubahan perilaku remaja,
3) Peningkatan Kemitraan dan Kerjasama dalam program KRR, dan
4) Peningkatan Akses dan kualitas pengelolaan dan pelayanan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR).


L A N D A S A N H U K U M

1. Undang-undang Nomor : 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera;
2. Undang-undang Nomor : 23 tahun 1992 tentang Kesehatan;
3. Surat Edaran Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan BKKBN No. 1546/PD.3003/F2/2002 tanggal 21 Agustus 2002 tentang Pedoman Pengembangan Kegiatan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR);
4. Surat Edaran Kepala BKKBN No.485/KT.401/E2/2002 tanggal 18 Maret 2002 tentang Pelaksanaan Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR).

VISI, MISI & STRATEGI

VISI :
Menuju remaja gaul, gaya, sehat dan mandiri

MISI :
1. Meningkatnya komitmen remaja untuk mencegah TRIAD KRR;
2. Menyampaika informasi KRR secara cepat dan tepat;
3. Memberikan pelayan konseling bagi umum;
4. Memberikan rujukan medis kepada klien yang memerlukan;
5. Menekan angka perkawinan dini/muda;
6. Memberikan kecakapan hidup/lifeskill kepada remaja;

STRATEGI :
Dengar, Tahu, mengerti dan memberi solusi bagi masalah remaja melalui :
- Diskusi Kelompok (FGD)
- Email/Surat (Facebook)
- Tatap muka
- Event-event
- By Phone / SMS
- Visiting / Kunjungan
- Leaflet / Pamflet / buletin
- dan media cetak lainnya


S A S A R A N

1. Remaja
2. Keluarga
3. Organisasi /Institusi
4. Sekolah / Pesantren
5. Masyarakat umum


M A S A L A H

- Kesehatan Reproduksi
- Narkoba
- HIV / AIDS
- Pacar
- Konflik Keluarga
- Sekolah
- Pertemanan
- Perkawinan
- dll


P R I N S I P

Setiap klien terlayani dengan prinsip :
Terjaga kerahasiannya, relevan, friendly
dan pencerdasan dalam berfikir dan bersikap


P E N U T U P

Salah satu upaya pemenuhan kebutuhan remaja akan kesehatan reproduksi adalah dengan menyediakan informasi dan pelayanan konsultasi. Pemenuhan kebutuahn tersebut dapat direalisasikan dalam berbagai kegiatan yang salah satunya diselenggarakan oleh PIK-KRR, yakni dengan mengadakan Penyuluhan kepada remaja. Semoga melalui kegiatan ini, dapat menumbangkan informasi dan wawasan remaja tentang hak-hak kesehatan reproduksi dan Triad KRR.

MENGENAL KISARA BALI

KISARA is a youth organization that provide youth peer approachment by giving information and counseling to the youth, so that KISARA known as a Youth Information and Counseling Centre.
Information

Category:
Organizations - Non-Profit Organizations
Description:
KISARA punya visi membentuk “remaja bertanggung jawab” dengan pendekatan “dari, oleh dan untuk remaja”. KISARA berharap bisa menjadi tempat buat remaja bisa bertanya, berdiskusi dan konsultasi untuk mendapatkan hak dan kebutuhan remaja akan informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi dan seksualitas.
Privacy Type:
Open: All content is public.
Email:
info@kisara.org
Website:
http://kisara.org http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fremajabali.wordpress.com%2F&h=6588f http://twitter.com/KISARABALI
Office:
Lantai 3 Gedung PKBI
Location:
Jl. Gatot Subroto IV No.6 MENGENAL KISARA BALI

PKPR DEPKES:Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja - Departemen Kesehatan RI

Usia anak remajamerupakan masa yang rawan, bukan anak-anak lagi dan juga bukan orang dewasa, dan mereka masih mencari jati diri. Masa inilah yang perlu juga menjadi perhatian kita. Dalam rangka memperingati Hari Remaja Internasional tahun 2010, Direktorat Bina Kesehatan Anak menyelenggarakan kegiatan ”Capacity Building bagi Konselor Sebaya dan Pengelola ProgramKesehatan Remaja” sebagai salah satu wujud kepedulian pemerintah pada remaja, dengan tema Our Year, Our Voice”.PKPR DEPKES

TIPS MERAWAT CINTA JARAK JAUH

8 Kunci Sukses Merajut Cinta Jarak Jauh
TIDAK sedikit pasangan yang gagal merajut cinta jarak jauh. Faktor kurangnya komunikasi dan pertemuan langsung sering membuat mereka memilih harus berpisah.

Padahal, mereka yang merajut cinta jarak jauh bisa juga sukses hingga tahap pernikahan. Anda bisa mengikuti panduan berikut, seperti dilansir Datingtips.

Buat semacam perjanjian

Tentukan parameter apa yang Anda berdua harapkan pada hubungan ini dan berapa besar komitmen yang akan Anda berikan dan terima. Perjelas apa yang Anda berdua inginkan itu sangat penting untuk mencegah kesalahan dan kesalahpahaman di masa mendatang.

Tetap berhubungan setiap hari

Seperti hubungan percintaan lain, komunikasi yang konstan dibutuhkan untuk tetap terhubung dan mempertahankan ketertarikan satu sama lain. Jika komunikasi melalui telepon biayanya terlalu besar, coba gunakan e-mail.

Jadwalkan pertemuan

Bertemu sesekali akan berguna untuk membuat hubungan tetap menyenangkan. Bonusnya adalah mampu memberikan kepuasan bagi Anda berdua untuk melihat, menyentuh, memeluk, dan mencium satu sama lain. Bertemu sesekali juga akan mempertahankan irama hasrat dan gairah Anda untuk terus bersama.

Tegaskan kembali cinta dan komitmen masing-masing

Jangan berasumsi bahwa hubungan tersebut selalu tumbuh subur. Komunikasikan, dengarkan, dan tegaskan kembali apa yang menjadi permasalahan Anda agar halangan tersebut tidak membesar.

Berikan pasangan informasi perkembangan atau kehidupan Anda

Anda berdua mungkin berada di lokasi yang berbeda, tapi usahakan untuk tetap berbagi informasi aktivitas maupun teman-teman Anda karena itu penting.

Kepercayaan

Rasa percaya satu sama lain itu esensial untuk hubungan jarak jauh. Tanpa kepercayaan dan kejujuran, maka hubungan tersebut dalam bahaya, sama seperti hubungan normal lainnya. Kecurigaan hanya akan merusak hubungan Anda.

Tetapkan hubungan ini sebagai prioritas tinggi

Usahakan selalu mengangkat telepon dan menepati janji bertemu dengannya.

Tentukan batas lamanya hubungan ini berlangsung

Hal ini bijaksana, untuk mencegah Anda menunggu tanpa kepastian. Menentukan batas akan membantu Anda dan pasangan merencanakan masa depan, seperti menikah

BEDAH FILM: REMAJA ABG JADI SIMPANAN OM


Film Sst..Jadikan Aku SimpananMengingatkan Wanita Jauhi Harta Haram


Melihat judulnya yang vulgar, Sst...Jadikan Aku Simpanan, film komedi romantis ini sepertinya akan mengumbar paha, dada, dan adegan esek-esek yang menjijikkan. Apalagi bila melihat para pemainnya, Julia Perez dan Ayu Azhari, yang sebelumnya memiliki label Bom Seks. Ternyata Tidak.
Meski judulnya memancing syahwat, namun film garapan sutradara Hanny R Saputra ini ternyata juga memiliki pesan moral yang cukup tinggi. Film yang menceritakan obsesi seorang gadis yang ingin menjadi wanita simpanan ini mengingatkan kaum wanita, terutama para gadis belia yang terhimpit ekonomi, agar tidak mengambil jalan pintas dengan menjadi peliharaan atau simpanan "om senang" yang hanya berorientasi seks semata.
"Saya berharap film komedi ini bisa memberikan kesan dan pesan moral kepada para penontonnya," kata Hanny kepada wartawan sebelum pemutaran film ini di Jakarta, pekan lalu.
Film komedi-romantis pertama karya Hanny R Saputra ini sudah beredar di bioskop seluruh Indonesia mulai Kamis, 12 Januari 2010. Selain Ayu Azhari dan Julia Perez, film ini juga dibintangi penyanyi melankolis yang juga aktris muda berbakat seperti Acha Septriasa. Inilah produksi ke-68 PT Virgo Putra Film yang sebelumnya menghasilkan antara lain Cinta Dibalik Noda (1984), hingga Realita Cinta dan Rock N Roll (2005), Suster N (2007), dan Sumpah (ini) Pocong (2008).
Sst...Jadikan Aku Simpanan adalah film komedi yang menggigit, menohok permasalahan sosial yang saat ini menjadi pembicaraan hangat di masyarakat, yakni fenomena wanita simpanan, terlebih yang tampil secara terang-benderang di ranah publik seolah tiada lagi tabu yang menghalang. Film ini dengan cerdas, tanpa berusaha menggurui, mengajak kita semua menertawakan bopeng-bopeng kehidupan yang makin dianggap wajar, bahkan baik diam-diam maupun terang-terangan kerap dijadikan acuan serta pujian.
Keistimewaan film ini adalah paduan tiga unsur utama, yakni skenario kuat, harmonisasi akting para aktris tiga generasi, serta tim produksi kompak.
Di bawah komando Hanny R Saputra yang sukses membesut drama remaja fenomenal, seperti Virgin, Heart, hingga Love is Cinta, skenario karya Cassandra Massardi (Oh Baby, Kawin Laris, dan Get Married 2) tampil bernyawa dengan ilustrasi musik oleh Dian HP yang sudah terbukti sukses memberi nilai tambah musikal pada beberapa film karya Hanny R Saputra sebelumnya.
Pengambilan gambar seluruhnya dilakukan di Jakarta, demikian juga kegiatan post production-nya antara lain: penataan musik, sound effect, dan editing yang dilakukan secara profesional untuk menghasilkan satu karya utuh yang renyah ditonton dan cukup menohok untuk dijadikan perenungan agar kemanusiaan kita tak lekang oleh berbagai jamur peradaban di kota besar seperti Jakarta.